Asikku88 - Devi Maryori Direktur RSUD Kota Depok mengatakan bahwa masih banyak terjadi penumpukan pasien di instalasi gawat darurat ( IGD ) rumah sakit.
Mengapa bisa banyak terjadi penumpukan, sebab pasien yang datang belum ada hasil swab ( PCR ) mereka datang ya pasti akan kita swab dulu, Gejalanya Covid-19 saat dia datang seperti deman, batuk, hilang indra penciuman. jelas kata Devi kepada asikku.
Pasien Corona Menumpuk DI IGD RSUD Depok
Pasien yang datang dan tidak membawa hasil swab ( PCR ), jadi ya kita tumpukan di IGD. sebab kita mau masukan ke ruangan mana kita juga binggung. katanya.
Banyak khasus, pasien - pasien yang datang membawa surat keterangan hasil test antigen
Namun, karena tes antigen bukan metode penegakan diagnosis, rumah sakit tetap harus melakukan tes PCR kepada pasien yang bersangkutan sebagai validasi.
Jika hasil swab PCR pasien yang bersangkutan sudah tertib, rumah sakit baru bisa memutuskan ruangan mana yang akan di tempati pasien.
Jika gak nanti tercampur - campur dan kalau pasien nya ternyata covid kan bisa jadi bahaya.
Pasti ini akan bahaya karena dapat membuat tenaga kesehatan tumbang karena tertular covid-19.
apabila ada perawat yang tumbang maka kapasitas ruang isolaso pasien Covid-19 terpaksa di kurangi karena satu perawat menangani 17 pasien sekaligus.
Sebelum itu, antrian di IGD RSUD kota Depok juga sudah di laporkan pada akhir Desember 2020. Situs Judi Online Resmi
Penuluran Covid-19 yang tak terkendali imbas libur panjang pada akhir Oktober 2020 saat itu melebihi kemampuan rumah sakit.
Kini kondisi yang sudah buruk itu semangkin gawat lagi karena libur panjang Tahun Baru 2021 membuat jumlah pasien Covid-19 kemarin terbanyak merawat pasien.
Masih ada 4.892 pasien Covid-19 di Depok yang harus menjalani isolasi mandiri ataupun perawatan di rumah sakit. jumlah ini juga yang tertinggi selama pandemi melanda.